#08MANGGARAI

Mulai kelas 4 SD aku dan kakakku mas Agus didaftarkan masuk klub bola Putera Dewata. Latihannya 2 kali sepekan di lapangan bola Manggarai. Letaknya dekat stasiun kereta api Manggarai. Samping STM Karya Guna. Lapangannya sekarang udah gak ada. Udah jadi kantor tentara TNI AD.

Jarak dari rumah ke Manggarai sekitar 4 km. Latihan dimulai jam 1 siang sampai ashar. Kadang berangkat latihan gonceng sepeda sama Mas Agus. Atau jalan kaki bareng temen temen di komplek yang ikut klub bola juga.

Sampai lapangan kita pemanasan lari keliling lapangan 5x. Habis itu teori dan latihan bola. Terakhir kita baru main 2×30 menit. Kakak Alizar pelatih bola biasanya jadi wasit atau di pinggir lapangan. Perhatiin kita main dan kasih instruksi sambil teriak. Kalau mainnya kita gak bener kakak Alizar suruh kita kumpul dan di briefing.

Anak gawang. Itu istilah anak anak yang ikut klub bola. Salah satu kegembiraan anak gawang manakala dapat tugas ‘jaga bola’ di GBK Senayan. Dulu ada Galatama. Liga Sepakbola Utama. Pertandingan antar klub level nasional. Maennya malam abis maghrib di GBK. Pernah suatu hari klub Putera Dewata dapat tugas jaga bola. Anak gawang ini tugasnya ngambil bola yang keluar lapangan. Waktu itu lagi tanding Indonesia Muda vs Arseto Solo. Aku tugas jaga bola di posisi tendangan sudut. Instruksi kakak Alizar kalau jaga bola itu jangan nunggu bola. Tapi jemput bola. Maka saat ada bola meluncur ke arah ku langsung aja aku kejar dan tangkap. Aku dimarahin sama Johanes Auri bek kiri IM. Pasalnya bola belum keluar lapangan aku udah jemput. Haha. Aku disorakin penonton. Disambitin pakai botol air mineral. Babak kedua aku digeser jaga bolanya dari posisi tendangan sudut ke posisi tengah. Nasib.

Selain latihan bola, klub Putera Dewata juga ikut kompetisi tahunan. Aku masuk kategori C untuk anak usia 8-12 tahun. Biasanya kita tanding hari ahad pagi di Lapangan Banteng dekat masjid Istiqlal. Lapangan Banteng dulu ada stadion kecil milik klub MBFA. Pelatihnya namanya si Bung. Selain itu masih ada 4 lapangan bola yang siap dipakai untuk kompetisi masing masing kategori. Belasan klub bola berkompetisi tiap tahun. Juaranya paling sering MBFA di semua kategori. Putera Dewata biasanya di peringkat 3 atau 5.

Pengalaman ikut klub bola ini sangat manfaat di kemudin hari. Saat masuk dunia kerja. Membangun kekompakan tim dan kerjasama yang rapi jadi modal sukses di setiap proyek. Berlatih bola juga ngajarin kita gak boleh egois. Sehebat hebatnya skill bola kita gak berguna kalau gak bisa membangun kemistri dengan tim.

Ikut klub juga bikin anak mandiri. Pengalaman tour ke luar kota pernah juga aku alami. Pertandingan persahabatan dengan klub di Magelang dan sekitarnya. Nginep beberapa hari. Jauh dari orangtua. Bertemu dengan kawan baru. Sebuah kemewahan buat anak seumuranku.

Putera Dewata ini klub miskin. Sponsornya dari iuran anggota aja. Entah bagaimana kak Alizar membiayai klub ini bisa eksis cukup lama. Kak Alizar ini emang cinta mati sama bola. Dia gak nikah sampai akhir hayatnya. Pacar dan isterinya ya bola. Saat kak Alizar meninggal, klub Putera Dewata juga bubar, gak ada yang meneruskan. Aku ikut klub bola sampai kelas 2 SMP. Posisi kalau lagi tanding biasanya bek kiri atau gelandang. Aku ini pemain bertahan. Bukan striker atau penyerang. Aku gak jago gocek bola kayak Christian Ronaldo. Tugasku bersama kiper mengamankan gawang jangan sampai kebobolan.

Hobi main bola ini kebawa terus sampai dewasa. Olah ragaku ya cuman main bola atau futsal. Olah raga lain gak bisa. Paling lari atau jalan kaki. Ikut olah raga bela diri gak pernah. Babe kebetulan pengurus PGJSI Persatuan Gerak Jalan Seluruh Indonesia. Latihan jalan hampir tiap pekan keliling komplek GBK. Event tahunan perlombaan jalan kaki yang aku ikuti sejak SD adalah jalan kaki Bogor-Jakarta. Start di depan Walikota Bogor finish di Merdeka Selatan Balai Kota DKI. Sertifikatnya masih aku simpan sampai sekarang.

Kemewahan anak gawang itu kalau bisa tanding di GBK. Biasanya final kompetisi bola enggak di lapangan banteng tapi di GBK. Putera Dewata jarang masuk final. Jadi aku belum pernah merumput di GBK. Paling banter main di stadion Menteng.

Tapi setidaknya saat usia hampir 50 aku bisa merasakan kemewahan nonton pertandingan bola di stadion terkenal dunia. Di sela sela tugas kerja aku sempat nonton piala Champion Real Madrid vs AC Milan di Stadion Santiago Bernabeu di Madrid. Atau nonton La Liga partai elclassico Real Madrid vs Barcelona di Camp Nou. Alhamdulillah klub favouriku di kedua pertndingan itu menang. Hala Madrid!

Pengalaman paling menyedihkan adalah saat Final World Cup 2014 Brasil. Tiket final Jerman-Argentina di stadion Maracana di Rio de Janeiro sudah kebeli. Aku udah ngebanyangin bakal duduk di stadion megah itu menyaksikan Lionel Messi dan tim Panser Jerman berlaga. Sayang belum kesampaian. Aku salah baca jadwal penerbangan. Pesawat berangkat Sabtu dinihari jam 01.00 kebacanya jam 01 siang. Jumat malam jam 11 lagi tidur telpon berdering dering. Teman-temanku nanya, ‘Brur dimane lo? Kita dah mau boarding!!’

Aku lemes. Gak mungkin kekejar dari Bogor ke Bandara Soetta. Koper juga belum siap sama sekali. Akhirnya aku ditinggal. Padahal sehari sebelumnya aku dah pamit seminggu sama temen kantor. Mau pelesiran sambil nonton final piala dunia.

Saking malunya perasaan pengen bunuh diri aja. Tapi takut mati. Nasip lo Brur. 😩

Diterbitkan oleh brurmabrur

Pernah menjadi Pemimpin Redaksi Majalah Ummi dan Annida. Kini aktif sebagai Presiden Komunitas Bambu Wulung. Sebuah komunitas yang mewadahi para pekerja, pemikir dan penyuka seni budaya. Ketua Bidang Humas PKS 2020-2025. Bisa dihubungi di ahmad.mabruri@gmail.com

2 tanggapan untuk “#08MANGGARAI

Tinggalkan Balasan ke atangtrisnanto Batalkan balasan