#04GEMOLONG

Silsilah keluarga dari pihak babe agak ruwet. Ruwet maksudnya bukan karena asal usul gak jelas tapi justru sangat jelas dan banyak cabangnya aku jadi agak susah menghapalnya. Babeku Suharno Priyoprasojo lahir di Gemolong kabupaten Sragen sebuah kecamatan yang dekat dengan Surakarta atau Solo. Kalau lebaran kami sekeluarga hampir tiap tahun mudik ke Gemolong tempat ibunya babe dan ke Nusukan Solo tempat orangtuanya ibu.

Kami biasa memanggil mbah Salam atau mbah Ngeseng ke ibunya babe. Kalau gak salah nama aslinya mbah Sapuan. Salam atau Ngeseng itu nama dukuhnya atau desanya. Yang agak bikin ruwet itu karena mbah Salam ibunya babe ini pernah menikah dengan 4 orang laki-laki. Maksudnya Mbah Salam suaminya meninggal kemudian nikah lagi. Dan itu terjadi sampai 4 kali. Kadang ketika menikah suaminya ini duda dan bawa anak juga. Bisa kebayang kan rantai silsilahnya seperti apa. Sodaraku jadi banyak. Ada sodara yang satu kakek satu nenek. Ada juga sodara karena satu kakek beda nenek. Atau satu nenek beda kakek. Ada juga yang masih sodara tapi beda kakek dan beda nenek. Hehe…

Aku ngebayangin mbahku ini cantik bener waktu muda. Ya iyalah nikah sampai 4 kali berarti kan banyak laki laki tertarik walau mbah waktu itu sudah janda beranak banyak. Sodara kandung babeku yang seibu sebapak cuman ada dua. Babeku dan pakde Rodhi seorang tentara RPKAD yang hilang waktu latihan di perairan Cilacap. Adik dan kakak tiri babe banyak yang beda bapak akibat ibunya babe yang nikah 4 kali ini. Kami para cucu ini kalau kumpul lebaran mesti buka catatan silisilah dulu untuk memposisikan kita ini cucu dari garis mana.

Alhamdulilahnya semua silsilah keluarga dari pihak babe ini tercatat rapih. Babeku seorang pencatat yang keren. Kalau ada sodara baru ketemu dia minta bikin pohon kelurganya. Nama lengkap suami isteri dan nama lengkap anak anaknya beserta tanggal lahir mereka. Nanti babe bikin rantai silsilahnya. Di rak buku babe aku pernah temukan sebuah buku tebal terbitan Yaumika singkatan dari Yayasan Umat Islam Kaliyoso. Kaliyoso ini kalau gak salah nama tempat di Kalijambe Sragen. Masih dekat dengan Gemolong juga. Nah di buku tebal sekitar 300 halaman inilah bisa diurut ke atas kita ini turunan dari siapa. Ternyata kalau ditelusuri aku ini masih keturunan Ken Arok!

Ken Arok ini pendiri kerajaan Tumapel atau terkenal dengan kerajaan Singosari. Lahir 1182-1247 di Jawa Timur. Kisah bagaimana Ken Arok yang asalnya berandalan suka mencuri dan berjudi kemudian mengambil alih kekuasaan Tunggul Ametung di kerajaan Tumapel. Trus Ken Arok merebut Ken Dedes yang cantik, isteri Tunggul Ametung. Kisah intrik sejarah yang menarik. Sila deh baca sendiri tentang Ken Arok dan Ken Dedes ini. Kelamaan kalau ditulis disini. Bisa berjilid-jilid jadi buku ntar.

Rumah mbah Salam ini masih rumah jawa asli. Gebyok dari kayu jati berbentuk persegi. Kalau kita lebaran di rumah mbah Salam biasanya gak lama. Paling cuman semalam saja. Soalnya di rumah mbah Salam masih desa bener. Masak masih pake kayu. Listrik juga belum masuk kalau gak salah. Tipi jangan ditanya lah. Makanya anak anak gak begitu betah kalau ke Gemolong. Kita lebih seneng lebaran di Nusukan Solo tempatnya simbah dari pihak ibu.

Di suku jawa dikenal filosofi bibit, bebet dan bobot. Orang kalau lagi cari mantu atau cari jodoh dilihat 3 kriteria ini. Bibit artinya dia dari keturunan mana. Bebet artinya kesiapan untuk menafkahi. Atau intinya aspek finansial atau ekonomi. Bobot artinya kepribadian, pendidikan, akhlak dan kedudukan atau pangkat. Jadi kalau lo mau ngelamar putri jawa pastikan dulu bibit, bebet dan bobot lo emang keren. Kalau gak ya dengan halus ntar ditolak. Hehe.

Ternyata di era saya aktif di PKS ketemu sama mas Tamim mantan ketua umum PB PII (Pelajar Islam Indonesia) yang asalnya dari Gemolong juga. Allahu yarham Mas Mutammimul Ula suami mbak Wiwik Wirianingsih ini kalau ketemu sering ngobrol tentang Gemolong. Mas Tamim dan babe ada kemiripan sifat yaitu teliti dalam administrasi. Entah apakah orang Gemolong memang terlahir jadi orang yang tertib dan teliti atau hanya kebetulan saja.

Ada yang orang Gemolong disini?

Diterbitkan oleh brurmabrur

Pernah menjadi Pemimpin Redaksi Majalah Ummi dan Annida. Kini aktif sebagai Presiden Komunitas Bambu Wulung. Sebuah komunitas yang mewadahi para pekerja, pemikir dan penyuka seni budaya. Ketua Bidang Humas PKS 2020-2025. Bisa dihubungi di ahmad.mabruri@gmail.com

2 tanggapan untuk “#04GEMOLONG

Tinggalkan komentar