#47VAN

Kami berangkat jam 19.00 dari Bandara Soetta. Transit Singapura sekitar 4 jam dan langsung ke Istanbul.

Singapura-Istanbul 9022 km ditempuh dalam 11 jam. Pelayanan selama di pesawat not bad lah. Dapat makan 2x. Pertama sesaat setelah tinggal landas sekitar jam 3 pagi. Dan makan kedua 2 jam sebelum mendarat di Istanbul sekitar jam 7 pagi.

Kursi pesawat penuh. Turki memang jadi destinasi pilihan buat liburan. Konon turis yang darang ke Turki dari mancanegara naik 6,5 kali lipat dari sebelum pandemi covid19.

Kami sampai Istanbul pas hari Idul Adha. Sayang sudah agak siang jadi tak sempat ikut solat id. Di bandara Istanbul ramai penumpang yang akan mudik hari raya. Di Turki libur idul adha lebih panjang daripada idul fitri. Makanya banyak keluarga membawa anak anak yang masih kecil dan usia sekolah mudik ke kampung halaman.

Menunggu sekitar 4 jam di bandara kami langsung ke kota Van naik Turkish Air. Sekitar jam 4 sore pesawat mendarat di Van. Ada masalah sedikit tetiba kami sampai bandara Van. Pesanan mobil Fiat Aegea tak ada jadi diganti Scadia Duster. Atau di Indonesia namanya Renault Duster. No problem. Mobil masih baru jenis SUV. Asiknya lagi ini bahan bakarnya bisa bensin dan LPG. Buat muter-muter Turki lebih murah pakai gas.

Mampir hotel Toprak tempat kami menginap setelah itu tancap gas berburu sunset dari atas Van Kalesi atau benteng kastil Van.

Kastil Van ini dulu dibangun Armenia. Sekitar abad 11. Kini dikuasi Turki. Pas kita kesana jumpa dengan turis dari Armenia mereka bilang ini punya Armenia! Bukan punya Turki. Ya itu urusan situ lah dengan Turki. Buat kami yang penting mau healing healing.

Puncak kastil bisa kita tempuh dengan jalan kaki saja. Agak nanjak dan ngosngosan sih. Tapi semua itu terbayar ketika sampai atas. Pemandangan 360 derajat kota Van bisa kita sapu dari puncak kastil.

Deretan pegunungan. Kota Van yang relatif sepi dan rapih. Serta yang paling indah menyaksikan matahari terbenam di ujung danau Van yang biru dan tenang.

Danau Van danau terbesar di Turki dengan luas 3755 km2 dengan kedalaman 451 m. Bandingkan dengan danau Toba yang 1130 km2. Danau Van air asin dan danau Toba air tawar. Kalau di tengah danau Toba ada pulau Samosir. Di tengah danau Van ada pulau Akdamar. Rencana besok kita akan ke pulau Akdamar. Melihat gereja peninggalan bangsa Armenia.

Destinasi pertama melihat sunset dari kastil Van tercapai. Maghrib di musim panas ini sekitar jam 19.30. Sementara subuh sekitar jam 3 pagi.

Cuman apesnya karena nungguin sunset dari atas kastil. Pas pulang ternyata pintu gerbang tempat kita parkir mobil sudah dikunci oleh penjaga. Terpaksa lah kita panjat itu gerbang. Sayang pas saya panjat gak ada yang videoin. @brurmabrur

#brurmabrur #selfiegrafi #365harimenulis

#46TURKIYE

Piknik ke luar negeri bukan monopoli orang kaya. Dengan bujet mepet kamu bisa keliling Turki asal tahu triknya.

Ini cerita tahun 2018 lalu saat kami semi backpakeran keliling negeri Erdogan. Sekitar 6 bulan sebelum berangkat, kami berlima booking tiket di acara Singapura Travel Fair. Dapat tiket SQ cuman 4,9 juta PP Jakarta-Istanbul.

Bandingkan dengan harga tiket sekarang yang paling murah 15 juta sekali jalan.

Terus di Turki gimana? Sewa mobil dan nyupir sendiri keliling Turki sampe puas.
Rental mobil online dari Jakarta nanti tinggal ambil di Bandara Turki. SIM internasional bikinnya gampang. Asal sudah punya SIM A ajukan saja ke korlantas. Searching di google sim internasional korlantas. Nanti ada form online. Tinggal satset isi dan upload beberapa dokumen terus bayar 250 ribu rupiah maka dalam waktu 3 hari SIM internasional sudah dikirim pakai pos ke rumah.

Mahal gak sewa mobil di Turki? Relatif murah sih. Mobil Fiat Egea manual kita sewa kurang dari 5 juta buat keliling Turki 9 hari.

Sensasinya beda lo kalau bawa mobil di luar negeri. Jalan antar kota di Turki relatif lebih sepi dan lebih lebar dan mulus dibanding Indonesia.

Sila masuk ke situs yolcu360.com nanti ada pilihan banyak rentcar di Turki. Tinggal pilih perusahaan dan mobilnya. Mula mula agak kagok karena setir kiri. Kita biasa setir kanan di Indonesia. Tapi lama lama jadi biasa. Usahakan ada beberapa yang punya SIM internasional biar bisa gantian kalau capek. Dan ingat jangan digeber lajunya sampai 170 km/jam walaupun jalanan sepi dan lebar. Pengalaman 2018 lalu waktu keliling Turki bawa mobil ugal-ugalan kita ditilang sampai 4 kali.

Terus nginep dimana? Gampang cari aja di otelz.com kamu tinggal sesuaikan bujet yang kamu punya. Gak usah hotel mewah. Cari aja yang sekamar bisa 5-6 orang. Toh kita juga perlu hotel cuman buat istirahat dan mandi saja. Pagi kita udah cabut lagi jalan ke destinasi lain.

Rencana perjalanan mesti disusun secara detail. Mau kemana dan lihat apa. Banyak searching di online. Destinasi paling menarik yang ingin kita kunjungi.

Pada 2018 kita susuri Turki bagian barat. Mulai dari Edirne yang berbatasan dengan Yunani sampai Gaziantep yang berbatasan dengan Syria. Kali ini kita sisir bagian timur mulai dari Van sampai Kars yang berbatasan dengan Armenia.

Bagaimana keseruan kita keliling Turki nyetir sendiri, yuk ikuti ceritanya besok.

#brurmabrur #selfiegrafi #365harimenulis

#45MINKS

Agak asing mungkin dengar nama kota ini. Ya Minks adalah ibukota Belarus, negara di Eropa Timur. Saya berkunjung ke kota ini masih satu rangkaian dengan acara di Moskow dan St Petersburg.

Lalu ngapain aja di Minks? Intinya sih cuman satu. Saya dan mas Bambang Purwanto redaktur senior di kantor Berita Antara berkunjung ke kantor berita Belarus BeLTA. Antara dan BeLta telah lama menjalin kerjasama. Terutama masalah pertukaran berita. Kami berdua berkunjung ke kantor pusat BeLTA di Minks. Bertemu dengan para peringgi kantor berita tsb dan mengupdate poin poin kerjasama.

Kami berdua hanya sekitar 1 jam saja di BeLTA. Setelah itu kami bergabung dengan rombongan yang lain ke Alun alun Kemerdekaan di pusat kota Minks. Hamparan luas alun-alun dan taman ini ternyata menyimpan pusat perbelanjaan yang besar di bawahnya.

Sekilas kelihatan hanya sebuah tempat berkumpul orang orang saja. Tetapi jika diperhatikan ada 4 sudut dibagian alun alun itu yang merupakan tempat masuk ke mall dibawahnya.

Di sekitar alun alun ada Gereja Merah, gedung Balaikota dan opera balet. Kami hanya sehari saja di Minks. Tidak banyak tempat yang dikunjungi.

Belarus terkenal dengan industri otomotif truk nya. Mulai dari ukuran yang sangat besar, besar dan biasa ada di Belarus. Indonesia juga salah satu negara tujuan ekspor truk truk bikinan Belarus

#brurmabrur #selfiegrafi #365harimenulis

#44SAINTPETERSBUGH

Ini kota paling utara yang pernah saya singgahi. Naik ke atas lagi akan bertemu Siberia dan setelah itu kutub utara. Menurut mahasiswa Indonesia yang kuliah disana dan menjadi guide selama keliling st Petersbugh kalau lagi musim dingin suhu disini bisa sampai minus 45 derajat celcius. Ngebayanginnya aja saya sudah kedinginan sampai ngilu.

Tak ada pertemuan atau diskusi dengan kalangan pemerintah di kota ini. Hanya mengunjungi beberapa tempat yang menjadi destinasi para turis. Yang utama tentunya Palace Square alun alun pusat kota St Petersburg. Ada tugu peringatan kemenangan atas Napoleon di tengahnya. Tempatnya luas dan dikelilingi bangunan dan istana yang megah.

Kota dengan 342 jembatan yang cantik ini punya 8 ribu landmark. Salah satunya State Hermitage Museum. Tempat bagi sekitar 3 juta karya seni dan artefak seniman terkenal seperti Da Vinci, Michelangelo dll. Konon saking luasnya dan banyaknya peninggalan seni di museum ini jika pengunjung melihat selama satu menit satu karya seni, perlu waktu 25 tahun untuk menyelesaikan semua sudutnya.

St Petersburg dulu pernah jadi ibu kota Rusia. Dan pernah berganti nama jadi Petrograd. Kemudian untuk menghormati revolusioner komunis Vladimir Lenin berubah jadi Leningrad. Dan akhirnya kembali menjadi St Petersburg.

Icon lain di kota ini yang sempat kami kunjungi adalah Savior on the Spilled Blood gereja era tahun 1880 yang didekorasi dengan baik dan memiliki kubah bawang warna warni.

Selain ke gereja kami juga mengunjungi masjid biru atau masjid Soekarno. Kenapa disebut masjid Soekarno? Karena presiden RI pertama itu terlibat dalam pembangunan masjid biru ini. Waktu itu Soekarno melihat bangunan seperti masjid yang dijadikan gudang medis. Pada masa berkuasanya komunis semua tempat ibadah ditutup dan dialihfungsikan.

Soekarno kemudian meminta kepada presiden Soviet Khurschev agar masjid itu difungsikan kembali. Khurschev yang anti agama itu dengan berat hati mengabulkan permintaan Soekarno. Akhirnya masjid itu sampai sekarang berfungsi kembali dan tampak semakin indah dengan marmer biru.

#43MOSKOW

Dalam periode Okt 2009-2014 saya bertugas di kementerian komunikasi dan informatika. Mendampingi Menteri Tifatul Sembiring sebagai staf khusus bidang media dan humas. Hampir semua perjalanan ke luar negeri berkaitan dengan tugas tersebut.

Memang siapa yang merencanakan perjalanan luar negeri ini? Apakah inisiatif staf khusus atau dari masing masing direktorat jenderal yang ada di kominfo. Hampir semua perjalanan luar negeri saya direncanakan bukan oleh saya. Biasanya masing masing dirjen sudah punya agenda perjalanan ke luar negeri. Tinggal siapa yang berangkat nanti ditentukan sesuai kebutuhan. Dari 3 staf khusus menteri saya ditugasi untuk berpartner dengan ditjen IKP-informasi dan kebijakan publik dan ditjen SDPPI-sumber daya dan perangkat pos Indonesia. Sementara ditjen lain partner kerjanya staf khusus menteri lainnya.

Jika menteri komunikasi ada tugas ke luar negeri biasanya ia mengajak salah satu staf khususnya. Dan saya termasuk yang jarang diajak. Tapi kalau perjalanan dinas dalam negeri hampir semua saya yang dampingi.

Seingat saya perjalanan dinas ke luar negeri bersama menkominfo hanya 2 kota, Barcelona dan Istanbul. Selebihnya perjalanan luar negeri saya lebih sering bersama dirjen kominfo.

Salah satu dinas luar negeri yang menarik adalah ke negara Rusia. Waktu itu bersama dirjen IKP dalam rangka misi diplomasi melalui budaya Indonesia. Saya bersama beberapa jurnalis senior dan pegiat budaya keliling ke beberapa tempat di Moskow, Saint Petersburgh dan Belarus.

Duta besar Indonesia untuk Rusia waktu itu dijabat okeh Djauhari Oratmangun 2011-2016. Hampir semua perjalanan didampingi oleh beliau. Orangnya asyik. Murah senyum, dan sigap melayani.

Dalam bayangan kita dulu kalau dengar kata Moskow tentu agak gimana. Ibu kota negara komunis. Pastinya tidak akan sebebas seperti kota kota di negara Amerika atau Eropa. Ternyata Moskow itu keren dan cantik. Destinasi yang mesti dikunjungi adalah icon kota Moskow yaitu red square atau lapangan merah dan St Basil Chatedral. Area ini sangat luas dan hampir selalu penuh dengan pengunjung dan turis. Banyak tentara patroli di sekitar ini karena letaknya dekat dengan kantor kepresidenan Rusia. Sayang waktu itu tidak sempat masuk ke St Basil Chatedral karna sudah tutup. Jadi kami hanya puas berfoto dari luar saja.

Selama di Moskow kami juga berkunjung ke kantor berita Rusia TASS. Bertemu dengan pimpinan kantor berita, berdiskusi dan meningkatkan kerjasama yang lebih intens dengan kantor berita iIndonesia, Antara. Selain itu kami juga kunjungan ke salah satu perguruan tinggi kedinasan di Moskow. Kita tampilkan Ismi Halida pemain biola yang ikut serta dalam kenjungan ini. Selain terampil menggesek biola Ismi juga suaranya merdu. Diplomasi Indonesia selain dengan jalur politik tentu lebih luwes lagi jika diiringi dengan diplomasi budaya.

#brurmabrur #selfiegrafi #365harimenulis

#42BARCELONA

Tidak banyak kota di Eropa yang saya kunjungi. Setelah Madrid, Roma dan Paris dalam satu trip. Ada satu kota lagi yang dikunjungi yaitu Barcelona.

Kenapa Barcelona? Karena ada satu event tahunan yang digelar di kota ini yaitu Mobile World Congres. Mirip dengan event di Las Vegas yang pamerkan teknologi broadcast. Di Barcelona khusus teknologi selular. Bukan hanya perkembangan teknologi software tapi juga ajang peluncuran gadget terbaru di bidang telekomunikasi.

Ceritanya pak Tifatul Sembiring yang waktu itu menteri Kominfo dapat tugas presentasi di acara kongres. Saya cuman dampingin aja bawain tas sama henponnya. Masalahnya gak ngerti ngerti amat sama pokok bahasan. Udah masalah teknologi selular 5G pakai bahasa Inggris pula.

Yang menarik selama di Barcelona adalah nonton bola di Camp Nou markas klub Barcelona FC. Yang lebih seru lagi pertandingannya laga el classico. Barca vs Madrid.

Beda dengan waktu nonton final piala Champion di Santiago Bernabue yang duduknya jauh di tribun. Kali ini duduknya di vip timur. Cuman sekitar 5-6 baris dari pinggir lapangan. Jadi jelas banget waktu ngeliat CR7 dan Messi maen bola dengan cakep.

Saya sama pak Tifatul emang gak akur urusan bola ini. Dia pendukung Barca sementara saya fans nya Real Madrid. Walhasil kita sering ‘ribut’ gegara beda selera bola ini.

Hampir saja saya berteriak girang saat CR7 berhasil membobol gawang Barca. Untung saya udah diwanti wanti supaya gak over acting. Bisa celaka saya nanti digebukin fans Barca yang udah kesel banget. Bukan hanya kesel, bahkan ada yang nangis saat peluit panjang dibunyikan skor akhir 2-1 untuk kemenangan Madrid.

Hala Madrid!

#brurmabrur #365menuliscerita #selfiegrafi

#41PARIS

Paris katanya kota yang cantik, indah dan puitis. Tapi buat saya ya enggak. Bukan apa apa. Soalnya cuman sebentar sekali mampir di Paris. Usai pelatihan tv digital di Roma kita terbang ke Paris. Mau ngapain? Cuman mau lihat menara Eiffel aja terus pulang deh.

Sore sampai di bandara Charles de Gaulle kami langsung menuju hotel. Bukan hotel bintang. Cuman hotel sederhana asal kita bisa ngelempengin badan aja. Yang menarik ketika keluar bandara saya lihat selain ada taksi ternyata ada juga ojek motor 😀. Ya motor gede berbagai merek seperti BMW, Honda dll saya lihat terparkir di halaman bandara. Di belakangnya ada semacam ‘boncengan’ tambahan buat naruh koper. Rupanya ojek moge ini solusi supaya gak kena macet dari bandara ke tengah kota Paris. Memang benar sik kita yang naik mobil tersendat sendat jalannya. Kadang berhenti lama baru jalan. Sementara ojek moge dengan ngebutnya melaju di sela sela kemacetan.

Sampai di hotel kami cuma sempatkan taruh koper dan mencoba cari warung buat makan. Udara dingin emang bikin perut gampang lapar. Habis makan kita sempatkan berjalan ke tempat yang paling hit buat poto poto yaitu Arc the Triomphe dan menara Eiffel. Rasanya belum lengkap kalau ke Paris gak poto dengan latar belakang 2 ikon kota Paris. Satu lagi yang juga gak kalah populer Museum Louvre tempat lukisan Monalisa karya Leonardo Da Vinci disimpan. Sudah gak ada acara lagi. Cek out dari hotel langsung ke bandara untuk pulang kembali ke Jakarta.

Paris ibukota Perancis ini memang bener kota yang cantik. Tapi cantik tidak menjamin jadi kota yang aman. Soalnya kita diwanti wanti sebelum berangkat agar waspada jika berada di sekitar menara Eiffel. Banyak copet!

Bosku dulu cerita ia kehilangan duit yang di taruh di amplop dalam saku jas dalamnya. Bayangin saja betapa hebat dan cepatnya para pencopet ini beraksi. Saku jas dalam kan susah merogohnya. Tapi sama si pencopet ini bisa jadi mudah.

Makanya kita gak mendekat ke manara Eiffel. Cuman puas jadikan menara Eiffel sebagai latar belakang. Di museum Louvre juga kita gak masuk ke dalam hanya iseng main di luar halamannya.

#brurmabrur #selfiegrafi #365harimenulis