#61IZMIR

Kota ketiga terbesar di Turki ini dulunya masuk wilayah Yunani. Makanya masih banyak peninggalan bangunan bergaya Yunani Romawi salah satunya reruntuhan kota tua Ephesus dan alun alun Konak yang juga merupakan pusat kota Izmir.

Kami sampai di Izmir sudah menjelang maghrib. Badan sudah agak lelah. Tapi kami paksakan juga untuk pergi ke alun alun dan melihat ikon kota Izmir yaitu Saat Kulesi atau Izmir’s Clock Tower. Kalau di Bikittinggi namanya jam gadang.

#brurmabrur #selfiegrafi #365harimenulis

#60TARSUS

Tarsus ibukota provinsi Mersin, Turki. Dulu ibukota Romawi Kilikia. Sudah sejak 6000 tahun lalu kota ini ada. Konon Santo Paulus lahir di kota ini.

Wisatawan Indonesia biasanya jarang yang pergi ke Tarsus. Tapi buat yang mendalami sejarah kota ini cocoklah.

#brurmabrur #selfiiegrafi #365harimenulis

#57EDIRNE

Dari bandara Istanbul kami langsung ke tempat penyewaan mobil. Dari Jakarta kami sudah booking untuk 10 hari. Lepas kunci kami langsung ngacir menuju Edirne. Karena setir kiri dan manual jadi saya dan kawan yang tugas nyetir masih kagok. Apalagi patokan kita cuman mengandalkan google map saja. Beberapa kali kita mesti balik arah karena keluar dari jalur panduan om google.

Sekitar 3 jam perjalanan baru kita sampai ke Edirne. Tujuan pertama adalah masjid Selimiye. Masjid terbesar di Edirne. Pas waktu itu solat jumat akan segera dimulai. Kami bergegas ke masjid setelah berputar putar cari tempat parkir mobil.

#brurmabrur #selfiegrafi #365harimenulis

#56ISTANBUL

Tahun 2022 lalu saya dan kawan kawan menyusuri Turki bagian timur. Tapi tetap singgah pertama di Istanbul. Waktu itu kami transit di Istanbul dan langsung ke Van. Jauh sebelumnya tahun 2018 kami juga traveling gunakan mobil ke Turki bagian barat. Waktu itu dari bandara Istanbul kami langsung nyetir mobil ke Edirne. Kota di ujung bagian barat Turki yang berbatasan dengan Yunani. Kalau di Indonesia dari Sabang sampai Merauke maka kalau di Turki dari Edirne sampai Kars. Dan kami berlima orang sudah jelajahi dengan kendaraan mobil.

Istanbul selalu menjadi persinggahan terakhir kami. Biasanya kami habiskan waktu 2 malam 2 hari di Istanbul. Cukuplah untuk eksplore beberapa destinasi yang wajib dikunjungi selama di Istanbul. Waktu pertama 2018 kami menginap di daerah litle ayasofia. Sekitar 2,5 km dari Ayasofia beneran. O ya selama di Istanbul kami sudah tidak naik mobil sewaan. Kami gunakan kendaraan umum. Metro atau bus. Jarang naik taksi. Saat yang kedua kami keliling Turki dapat penginapan yang nempel bener dengan masjid Ayasofia dan masjid Biru. Tahun 2018 Ayasofia waktu itu masih museum. Masuknya mesti bayar dan antri panjanggg. Tapi pas 2022 lalu Ayasofia sudah berfungsi jadi masjid. Masuk gratis dan setiap solat kita jamaah di masjid Ayasofia.

Istanbul ini enak. Kota metropolis dan suasananya seperti di eropa tapi rasanya asia. Soal makanan gak khawatir masalah halal haram. Karena mayoritas muslim jadi ya sebagian besar makanannya halal. Beda kalau di kota lain di eropa. Kita mesti pastikan bahwa rumah makan yang kita hampiri menyediakan menu halal. Selain ayasofia, masjid biru, istana topkapi, galata tower, bosphorus cruise sebenarnya masih banyak destinasi lain di Istanbul. Tapi memang gak cukup kalau waktu cuman 2 hari. Minimal sepekan di Istanbul baru bisa semua destinasi wisata dikunjungi.

Tahun 2018 lalu kami pas bulan April saat musim semi dan bunga Tulip bermekaran. Kami mampir ke taman Emirgen. Semua jenis bunga tulip aneka warna ada disini. Puas foto foto dan menikmati keindahan taman. Cuman ya mesti kuat jalan. Soalnya tamannya gede banget dan bikin kaki pegel kalau semua kluster kita kunjungi.

Grand Bazaar Istanbul juga jangan lupa dihampiri. Tempat segala macam barang ada disini. Mulai dari printal printil kayak gantungan kunci dan tempelan kulkas sampai karpet turki yang terkenal bagus juga ada. Tinggal sesuaikan saja dengan isi dompet.

#brurmabrur #selfiegrafie #365harimenulis

#55MARDIN

Ini kota kuno di tenggara Turki. Penduduknya campuran dari berbagai suku. Ada suku Kurdi, Armenia dan Suriah. Cuacanya agak terik.

Kami menginap tidak di hotel atau apartemen. Tapi di sebuah rumah tua dekat masjid ulu cami yang diperkirakan dibangun pada abad 11. Rumah yang kami tinggali ini kata pemiliknya sudah berusia 300 tahun. Ditinggali turun temurun dari buyut buyut mereka. Lebih seperti rumah batu yang dibikin dengan menatah bukit.

Suasana magis terasa dalam rumah itu. Dengan penerangan yang temaram dan lukisan lukisan kuno.

#brurmabrur #selfiegrafi #365harimenulis