#19KAYUMANIS7

Selama majalah Ummi terbit sudah lebih 10 kali pindah ‘kantor’. Pertama kali di rumah kontrakan bang Aad di Bukit Duri (aku belum bergabung), setelah itu belakang Kantor Pos Utan Kayu, pindah lagi ke Kayumanis 1, terus ke Cipinang Ketoprak, balik lagi ke Kayumanis 7 samping apotik Kayumanis. Dilanjutkan ke Kampung Melayu Kecil, Cipinang Muara, DurenLanjutkan membaca “#19KAYUMANIS7”

#18KALIBATA

Sebelum cerita tentang Ummi lebih detail. Ada satu tugas lagi yang mesti dilaksanakan yaitu bikin buletin jumat. Di Kalibata Utara waktu itu para ustadz bikin LPPD (Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Dakwah) Khairu Ummah. Ini semacam pelatihan mubaligh, penyedia ustadz buat acara taklim dan sekaligus tenaga khotib saat khotbah solat Jumat. Lokasi Khairu Ummah di lantaiLanjutkan membaca “#18KALIBATA”

#16LENTENGAGUNG32

Di IISIP banyak yang bikin kaos tulisannya LA32. Biar mirip initial kota Los Angeles di California Amrik. Alamat kampus memang di jalan raya Lenteng Agung no 32. Kenapa lo mention tempat Lenteng Agung sampai 4 kali Brur? Ya karena banyak kejadian di kampus ini. Termasuk jadian aku sama temen seangkatan. Ehm…! Mbak Hen dan mbakLanjutkan membaca “#16LENTENGAGUNG32”

#15LENTENGAGUNG02

Situasi kampus memang beda banget sama SMA. Di kampus ‘perang’ pengaruh pemikiran kental. Aku kalau gak digembleng di Majelis Taklim 31 waktu SMA mungkin udah ikut begajulan sama temen temen. Penting makanya pembinaan kepribadian islami sejak awal masuk SMA. Kalau sudah di kampus kita tinggal beatle aja. Selain aktif di musolla kampus, aku juga ikutLanjutkan membaca “#15LENTENGAGUNG02”

#14LENTENGAGUNG01

Ada 3 jurusan waktu itu di IISIP. Jurnalistik, Hubungan Masyarakat dan Penerangan. Aku ambil jurnalistik. Kalau anak cewek kebanyakan ambil humas dan yang paling sedikit anak penerangan. Perasaan kuliah disini santai beud. Semester awal kita kebanyakan ambil kuliah pagi. kalau kuliah sore atau malam nanti kebanyakan temennya bapak bapak yang pulang kerja. Kuliah pagi jugaLanjutkan membaca “#14LENTENGAGUNG01”