#05SOLO

Ibuku asalnya Solo. Simbah kakung dan simbah putri tinggal di Nusukan. Mbah Kakung kiai di ndalem mangkunegaran. Biasa mimpin doa, tahlil dan acara-acara keagamaan di lingkungan keraton Surakarta. Sedangkan mbah putri entrepreneur. Bisniswoman. Beliau punya kios di pasar Nusukan. Komoditi dagangannya sembako. Mulai dari kelapa parut, minyak goreng, sampe tahu tempe ada semua. Mbah KakungLanjutkan membaca “#05SOLO”

#04GEMOLONG

Silsilah keluarga dari pihak babe agak ruwet. Ruwet maksudnya bukan karena asal usul gak jelas tapi justru sangat jelas dan banyak cabangnya aku jadi agak susah menghapalnya. Babeku Suharno Priyoprasojo lahir di Gemolong kabupaten Sragen sebuah kecamatan yang dekat dengan Surakarta atau Solo. Kalau lebaran kami sekeluarga hampir tiap tahun mudik ke Gemolong tempat ibunyaLanjutkan membaca “#04GEMOLONG”

#03CIBEUREUM

Tahun 70-an Cibeureum adalah sebuah desa. Letaknya di Cimahi yang masih bagian dari kota Bandung. Semakin tahun Cibeureum makin berkembang. Seperti juga daerah daerah lain di pulau Jawa. Rumah orang tua di Cibeureum cukup luas. Walau rumah dinas tentara tapi bukan rumah petak kecil. Seingatku halamannya besar. Pagar halaman ditanami pohon bluntas. Di bagian belakangLanjutkan membaca “#03CIBEUREUM”

#02CIMAHI

Sejak lahir sampai kelas 3 SD aku tinggal di Cibeureum Cimahi Jawa Barat. Kota ini nempel dengan kota Bandung. Pusat pendidikan TNI banyak lokasinya di Cimahi. Semua saudara kandungku lahir di rumah sakit Dustira Cimahi. Rumah sakit milik TNI AD. Dari 7 bersaudara hanya aku yang numpang lahir di Tanjung Priok Jakarta. Tak banyak ingatankuLanjutkan membaca “#02CIMAHI”

#01TANJUNGPRIOK

Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta jadi tempat bersejarah buatku. Di sebuah klinik kecil aku lahir. Kalau kata ibu sih sejak di ambulan aku udah mbrojol. Istilah jawa untuk kelahiran yang lebih cepat. Waktu itu kapal laut yang membawa jamaah haji pulang dari Saudi Arabia merapat di dermaga Tanjung Priok. Turun dari kapal ibu langsung digotong keLanjutkan membaca “#01TANJUNGPRIOK”