Setelah menyusuri bagian timur Turki kami mulai agak ke tengah bagian utara. Perjalanan 6.5 jam dari Kars ke Trabzon melewati jalanan yang berkelok dan mendaki. Di beberapa tempat yang cukup tinggi bahkan jalanan aspal tertutup kabut. Kami terpaksa melambatkan laju mobil.
Di sebuah bukit yang ada lapangan agak datar kami bahkan menepikan mobil. Selain pandangan tertutup kabut kita juga melihat ada pemandangan menarik. Ternyata selain kami ada sebuah keluarga juga sedang menepi. Bedanya kami sekalian cari tempat buat buang air kecil mereka semacam makan bareng keluarga memanggang daging domba.
Melihat perawakan kami yang beda dengan orang Turki mereka membuka komunikasi dan menawarkan makanan yang mereka santap. Alhamdulillah karena memang lagi lapar kami sambut domba bakar dan semangka iris manis. Mereka masih asing dengan Indonesia. Sehingga kami mesti membuka peta di ponsel dan menjelaskan posisi Indonesia. Begitu juga masalah bahasa. Mereka tak paham bahasa Inggris, sehingga mesti di translate melalui google.
Akhirnya sore hari kami sampai Trabzon. Sebelum sampai kota, beberapa kali kami melewati terowongan yang menembus bukit. Bukan hanya jarak meteran. Tapi selain banyak terowongan yang menembus bukit. Jaraknya juga sampai lebih dari 5 km. Sangat panjang dan menantang.
Trabzon kebetulan sedang merayakan kemenangan kesebelasannya sebagai juara liga sepakbola Turki. Di sepanjang jalan terlihat baliho dan bendera Trabzon FC. Ucapan selamat sebagai champion. Tempat pertama yang kita datangi adalah official store Trabzon FC. Biasa. Beli jerseynya biar ada kenang kenangan dibawa pulang.
#brurmabrur #selfiegrafi #365harimenulis