#48PULAUAKDAMAR

Van berbatasan dengan Iran. Di hotel tempat kami menginap banyak berjumpa turis asal Iran. Pemilik kedai doner di depan hotel juga aslinya dari Iran.

Toprak hotel di Van tempat kami menginap tarifnya 1100 lira buat 2 malam. Sekamar 5 bed. 1 lira sekitar 900 rupiah. Jadi sekitar 990 000 rupiah. Murah kan?
Dapat sarapan pula. Jadi kami tak perlu repot cari sarapan pagi.

Mobil sewaan juga kami pilih yang bahan bakarnya irit. Renault Duster. Bisa pakai elpiji dan bensin. Harga epiji sekitar 10-11 lira. Kami isi full tank elpiji hanya 180 lira. Sementara bensin sekitar 24 lira/liter. Kalau diisi full tank sekitar 1200 lira. Enaknya ada dua bahan bakar kita bisa pilih mana yang paling murah. Elpiji jauh lebih murah. Tarikan mesin sama antara elpiji dan bensin. Yang perlu diperhatikan saat mengendarai adalah kecepatan. Jangan sampai melewati batas 110 km per jam. Karena ada kamera sensor di jalanan yang akan merekam kecepatan mobil. Kalau melebihi otomatis akan ditilang dan akan ditagih ke kartu kredit.

Destinasi selanjutnya adalah pulau Akdamar. Dari hotel sekitar 40 menit ke arah perbatasan dengan Iran.

Perlu waktu 30 menitan naik ferry untuk sampai pulau Akdamar. Harga tiketnya per orang 30 lira untuk pergi pulang. Sementara masuk pulau dan eksplore gereja Akdamar 60 lira per orang.

Gereja Akdamar atau gereja Surp Hac (Salib Suci) dibangun pada abad ke-10 oleh kerajaan Armenia. Komunitas kristen Armenia di Turki saat ini ada sekitar 70 ribu orang. Kebanyakan tinggal di Istanbul.

Usai dari Akdamar kami meluncur ke Cavustepe Kalesi. Sebuah kastil yang didirikan 8 abad sebelum masehi oleh raja Sarduri. Sudah tinggal reruntuhannya saja sih tapi asik pas sudah sampai atas. Untuk sampai ke tempat ini kami gunakan google map. Seperti biasa dia arahkan ke jalan yang paling dekat. Tapi akibatnya kami masuk ke jalan setapak. Pas sampai lokasi ternyata kami ada disisi bawah jurang tempat kastil berada. Walhasil kami harus putar balik mencari jalan yang benar. Penting untuk bawa holder hape agar nyaman saat melihat peta. Karena mobil sewaan tak ada fasilitas ini.

Persinggahan terakhir di Van adalah rumah kucing. Terkenal dengan Ras kucing Turkish Van. Bulunya putih dan yang paling unik adalah warna matanya yang berbeda kiri dan kanan. Bisa yang satu hijau yang sebelahnya biru. Atau kombinasi warna lain. Kucing van turki ini juga jago berenang. Senang bermain dan manja dengan manusia. Kalau berkunjung kesana ada tiket masuk 2,5 lira. Dan kalau mau main dengan kucing sambil ngasih makan mesti nambah 15 lira lagi untuk main sekitar 15 menit.

Yuk yang seneng kucing merapat.

#brurmabrur #selfiegrafi #365harimenulis

Diterbitkan oleh brurmabrur

Pernah menjadi Pemimpin Redaksi Majalah Ummi dan Annida. Kini aktif sebagai Presiden Komunitas Bambu Wulung. Sebuah komunitas yang mewadahi para pekerja, pemikir dan penyuka seni budaya. Ketua Bidang Humas PKS 2020-2025. Bisa dihubungi di ahmad.mabruri@gmail.com

Tinggalkan komentar