Ini kota paling utara yang pernah saya singgahi. Naik ke atas lagi akan bertemu Siberia dan setelah itu kutub utara. Menurut mahasiswa Indonesia yang kuliah disana dan menjadi guide selama keliling st Petersbugh kalau lagi musim dingin suhu disini bisa sampai minus 45 derajat celcius. Ngebayanginnya aja saya sudah kedinginan sampai ngilu.
Tak ada pertemuan atau diskusi dengan kalangan pemerintah di kota ini. Hanya mengunjungi beberapa tempat yang menjadi destinasi para turis. Yang utama tentunya Palace Square alun alun pusat kota St Petersburg. Ada tugu peringatan kemenangan atas Napoleon di tengahnya. Tempatnya luas dan dikelilingi bangunan dan istana yang megah.
Kota dengan 342 jembatan yang cantik ini punya 8 ribu landmark. Salah satunya State Hermitage Museum. Tempat bagi sekitar 3 juta karya seni dan artefak seniman terkenal seperti Da Vinci, Michelangelo dll. Konon saking luasnya dan banyaknya peninggalan seni di museum ini jika pengunjung melihat selama satu menit satu karya seni, perlu waktu 25 tahun untuk menyelesaikan semua sudutnya.
St Petersburg dulu pernah jadi ibu kota Rusia. Dan pernah berganti nama jadi Petrograd. Kemudian untuk menghormati revolusioner komunis Vladimir Lenin berubah jadi Leningrad. Dan akhirnya kembali menjadi St Petersburg.
Icon lain di kota ini yang sempat kami kunjungi adalah Savior on the Spilled Blood gereja era tahun 1880 yang didekorasi dengan baik dan memiliki kubah bawang warna warni.
Selain ke gereja kami juga mengunjungi masjid biru atau masjid Soekarno. Kenapa disebut masjid Soekarno? Karena presiden RI pertama itu terlibat dalam pembangunan masjid biru ini. Waktu itu Soekarno melihat bangunan seperti masjid yang dijadikan gudang medis. Pada masa berkuasanya komunis semua tempat ibadah ditutup dan dialihfungsikan.
Soekarno kemudian meminta kepada presiden Soviet Khurschev agar masjid itu difungsikan kembali. Khurschev yang anti agama itu dengan berat hati mengabulkan permintaan Soekarno. Akhirnya masjid itu sampai sekarang berfungsi kembali dan tampak semakin indah dengan marmer biru.