#41PARIS

Paris katanya kota yang cantik, indah dan puitis. Tapi buat saya ya enggak. Bukan apa apa. Soalnya cuman sebentar sekali mampir di Paris. Usai pelatihan tv digital di Roma kita terbang ke Paris. Mau ngapain? Cuman mau lihat menara Eiffel aja terus pulang deh.

Sore sampai di bandara Charles de Gaulle kami langsung menuju hotel. Bukan hotel bintang. Cuman hotel sederhana asal kita bisa ngelempengin badan aja. Yang menarik ketika keluar bandara saya lihat selain ada taksi ternyata ada juga ojek motor 😀. Ya motor gede berbagai merek seperti BMW, Honda dll saya lihat terparkir di halaman bandara. Di belakangnya ada semacam ‘boncengan’ tambahan buat naruh koper. Rupanya ojek moge ini solusi supaya gak kena macet dari bandara ke tengah kota Paris. Memang benar sik kita yang naik mobil tersendat sendat jalannya. Kadang berhenti lama baru jalan. Sementara ojek moge dengan ngebutnya melaju di sela sela kemacetan.

Sampai di hotel kami cuma sempatkan taruh koper dan mencoba cari warung buat makan. Udara dingin emang bikin perut gampang lapar. Habis makan kita sempatkan berjalan ke tempat yang paling hit buat poto poto yaitu Arc the Triomphe dan menara Eiffel. Rasanya belum lengkap kalau ke Paris gak poto dengan latar belakang 2 ikon kota Paris. Satu lagi yang juga gak kalah populer Museum Louvre tempat lukisan Monalisa karya Leonardo Da Vinci disimpan. Sudah gak ada acara lagi. Cek out dari hotel langsung ke bandara untuk pulang kembali ke Jakarta.

Paris ibukota Perancis ini memang bener kota yang cantik. Tapi cantik tidak menjamin jadi kota yang aman. Soalnya kita diwanti wanti sebelum berangkat agar waspada jika berada di sekitar menara Eiffel. Banyak copet!

Bosku dulu cerita ia kehilangan duit yang di taruh di amplop dalam saku jas dalamnya. Bayangin saja betapa hebat dan cepatnya para pencopet ini beraksi. Saku jas dalam kan susah merogohnya. Tapi sama si pencopet ini bisa jadi mudah.

Makanya kita gak mendekat ke manara Eiffel. Cuman puas jadikan menara Eiffel sebagai latar belakang. Di museum Louvre juga kita gak masuk ke dalam hanya iseng main di luar halamannya.

#brurmabrur #selfiegrafi #365harimenulis

Diterbitkan oleh brurmabrur

Pernah menjadi Pemimpin Redaksi Majalah Ummi dan Annida. Kini aktif sebagai Presiden Komunitas Bambu Wulung. Sebuah komunitas yang mewadahi para pekerja, pemikir dan penyuka seni budaya. Ketua Bidang Humas PKS 2020-2025. Bisa dihubungi di ahmad.mabruri@gmail.com

Tinggalkan komentar