Ketemu lokasi bakal kantor ummi ini aku gak sengaja. Waktu itu lagi nginap di rumah mimih gang Duren Utan Kayu. Pagi pagi ngajak jalan anak anak ke sekitaran rumah. Lewatin Jalan Mede ada rumah sudah tidak terurus dengan halaman luas. Di pagar rumahnya ada tulisan dijual. Aku masuk nemuin yang punya rumah. Memastikan rumah itu belum ada yang beli.
Besoknya di rapat manajemen Ummi aku usulkan perusahaan untuk membeli rumah tersebut dan dibangun kantor Ummi. O ya sejak tahun 2000 aku menggantikan posisi Indra sebagai pemimpin umum/ pemimpin redaksi Ummi. Badan hukum koperasi yang dulu pernah dibikin untuk menerbitkan Ummi tak dipakai lagi. Manajemen bikin PT baru untuk penerbitan Ummi, Annida dan Saksi. Namanya PT Kimus Bina Tadzkia.
Di peruasahaan baru itu aku sebagai direktur utama. Sementara Komisaris Luthfi Hasan. Sebelum aku diangkat jadi direktur utama perusahaan baru yang menaungi Ummi itu aku minta syarat ke Ustadz Lutfhi Hasan agar bisa meneruskan kuliah S2 atas biaya perusahaan. Rencana aku mau ambil magister manajemen biar punya ilmu buat pimpin perusahaan. Selama ini aku cuman ngurusin redaksi. Karena syaratnya disetujui aku akhirnya ambil amanah itu.
Rapat manajemen memutuskan untuk membeli rumah di jalan Mede. Aku diminta untuk negosiasi harga dengan pemiliknya. Ternyata itu rumah warisan. Ada 8 anaknya yang lagi ribut rumah warisan itu harus segera dijual. Biar duitnya bisa dibagi bagi. Karena mereka butuh uang cash cepat akhirnya kesepakatan harga gak pake lama. Tanah berhasil kebeli. Tinggal cari pinjaman buat bangun kantor.
Program pertama aku diangkat jadi direktur adalah menambah ilmu. Biar kapasitas dan wawasan bertambah. Aku rencana mau ngambil Magister Manajemen di Sekolah Tinggi Manajemen PPM di Menteng. Ini adalah sekolah magister pertama dan sudah teruji dengan lulusannya yang tersebar di perusahaan swasta nasional dan BUMN.
Lah lo kan belum lulus S1 Brur, Gimana bisa sekolah S2? Nah itulah masalahnya. Dengan gercep aku meluncur ke kampus IISIP. Rencana mau minta transkip nilai dan ngelanjutin kuliah di ekstension Komunikasi UI. Ada kawan yang baru lulus dari sana. Tapi waktu aku urus transkrip nilai di IISIP bagian akademik malah nawarin aku nerusin di IISIP saja. Ya sudah. Tanpa repot repot aku langsung daftar kuliah lagi. Hanya ada satu mata kuliah lagi yang mesti aku ikutin karena ada persyaratan baru. Selebihnya karena SKS sudah cukup aku langsung bisa skripsi.
Enaknya ngerjain skripsi kalau sudah jadi direktur Ummi adalah semua bisa disuruh bantuin. Judul skripsiku tentang majalah Saksi. Kuesioner pertanyaan skripsi aku muat di majalah Saksi dan respondennya seluruh Indonesia. Ngolah datanya pakai SPSS yang ngerjain Iwan Ali tim IT di kantor. Pembimbing skripsi aku minta Dadan Iskandar. Dadan ini temen IISIP angkatan 86. Salah satu mahasiswa pinter di angkatanku. Skripsinya bareng aku waktu tahun 90. Cuman dia sampai dapat ijazah. Aku cuman dapat ijab sah. Skripsinya gak kelar. Dadan sekarang dosen jurnalistik di IISIP. Jadi udah asik bener aku bimbingan skripsi sama dia.
Kalau mau bimbingan aku telpon Dadan. Ketemuan di seberang kampus warung sate pakde solo. Sambil makan sate kita ngobrol skripsi. Dadan banyak kasih saran sekaligus referensi buku. Karena semua daya dukung bikin skripsi sudah ada. Dalam waktu 3 bulan skripsi kelar. Sidang skripsi aku jalanin dengan riang. Sebab dosen pengujinya aku kenal temen seangkatan juga yang jadi dosen. Aku lulus dapat A. Waktu wisuda tahun 2001 aku dipanggil paling pertama. Soalnya nomor induk aku di IISIP 866177 paling tua. Rata rata wisudawan saat itu nomor induk mahasiswanya kepala 96 atau 97. Ada dua orang reporter Ummi yang baru aku rekrut, wisudanya ternyata bareng aku. Haha. Pemimpin Redaksi sama reporter wisuda barengan. Mungkin aku mahasiswa paling lama yang selesai di IISIP masuk 86 wisuda 2001. Sekitar 15 tahun baru lulus.
Lulus S1 aku langsung daftar MM di Menteng. Ambil kelas MM eksekutif angkatan 30. Kuliahnya sepekan 3 kali. Mulai jam 4 sore sampai jam 9 malam. Peserta MM eksekutif ini minimal harus level manajer di perusahaan. Ada 22 orang di angkatan 30 ini. Yang asik aku bareng sama direktur makerting majalah Tempo dan direktur marketing koran Kompas. Kuliah yang buku teks nya bahasa inggris semua ini bikin mumet. Tapi ya apa boleh buat semua tugas tugas mesti dikerjain. Untungnya kuliah eksekutif ini dibikin per kelompok. Sebagian kuliahnya juga kebanyakan studi kasus. Jadi lebih banyak analisa kita yang diasah bukan hapalan hapalan di buku teks yg tebelnya minta ampun.
Alhamdulillah kuliah 3 semester kelar tepat waktu. Dari 22 orang hanya 8 orang yang kuliah sesuai dengan target 1,5 tahun atau 3 semester. Lunas sudah janji ke ibuku dan kakak kakakku kalau aku akan tetep selesaikan studi walau sudah nikah duluan. Bukan hanya S1 tapi aku lanjut ke S2. Di keluargaku cuman aku yang kuliah sampai S2. Waktu wisuda di hotel Shangrilla ibuku seneng bener. Belum pernah dia hadiri wisuda anaknya di hotel. Makanannya prasmanan bebas ambil sepuasnya. Isteriku juga ikut. Waktu itu 2003 sedang hamil anak ke-6. Alhamdulillah banyak anak banyak rezeki. Setelah anak ke-6 ini masih ada satu edisi lagi yang lahir. Anak ke-7 lahir tahun 2007. Berkah bener kerja di Ummi ya.