Sebelum cerita tentang Ummi lebih detail. Ada satu tugas lagi yang mesti dilaksanakan yaitu bikin buletin jumat. Di Kalibata Utara waktu itu para ustadz bikin LPPD (Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Dakwah) Khairu Ummah. Ini semacam pelatihan mubaligh, penyedia ustadz buat acara taklim dan sekaligus tenaga khotib saat khotbah solat Jumat.
Lokasi Khairu Ummah di lantai 2. Di bawahnya dipakai TK Robbi Rodhiyya. Selain dipakai buat Taman Kanak Kanak juga sekaligus rumah tinggal Ustadzah Yoyoh Yusroh dan Budi Dharmawan. Jaman dulu karena keterbatasan finansial para da’i jadi kantor dipakai merangkap tempat tinggal. Seperti kantor Ummi di Utan Kayu dipakai tempat tinggal Bambang Sunaryo. Aku juga pernah dapat ‘jatah’ tinggal di kantor Ummi saat di Kampung Melayu kecil.
Kembali ke Khairu Ummah, tugasku disitu adalah nerbitin buletin jumat. Mulai dari mencari penulisnya, membawa ke tukang setting dan layout, bawa ke percetakan di daerah jalan Pramuka, packing ke dalam plastik. Nanti tugas distribusi ke masjid masjid dijalanin sama Bambang Sutopo. Kerjaan di Ummi dan Khairu Ummah ini pararel aja. Saling beririsan. Kadang yang setting dan layout Aidil Heryana yang memang tukang lay out di majalah Ummi.
Ketua Khairu Ummah waktu itu ustadz Muchlis Abdi allahuyarham. Beliau dulu aktivis PII (Pelajar Islam Indonesia). Mubaligh yang handal. Suaranya bulat dan berwibawa. Di KU begitu biasa disingkat aku kenal para ustadz kondang. Ada Abu Ridho, ustadz Rahmat Abdullah, ustadz Abdul Hasib, ustadz Rosihan Anwar, mas Mutammimul Ula, ustadz Muinuddin dll. Sepekan sekali mereka bertemu. Rapat menentukan tema khotbah jumat yang aktual. Laporan tentang perkembangan dakwah di masjid yang mereka datangi.
Aku yang masih belia cuman jadi pendengar aja sih. Dengerin aja udah seneng. Dan memang tugasku di bagian penerbitan buletin. Biasanya sekali naik cetak kita sudah siapkan buat 4 x jumat. Jadi dalam sebulan buletin sudah jadi. Tinggal nanti proses distribusi. Alhamdulillah sampai hari ini buletin jumat Khairu Ummah masih terbit. Walaupun aku cuma tugas sekitar 2 atau 3 tahun di Khairu Ummah. Logo Khairu Ummah yang sampai sekarang masih dipakai di buletin dulu dibikin sama Aidil.
Buletin hanyalah salah satu produk ikutan saja dari Khairu Ummah. Inti dakwahnya adalah bagaimana pemberdayaan masjid. Masjid bukan hanya dipakai buat salat wajib berjamaah saja. Tapi mesti jadi sarana pembinaan ummat. Silabus khotbah setahun atau silabus ceramah ramadhan biasanya jadi produk KU.
Tapi dasar akunya yang gak pede atau memang bukan passionnya dakwah bil lisan. Aku tuh paling gak bisa kalau disuruh khotbah jumat. Kaki gemetaran, keluar keringat dingin dan pikiran gak fokus. Makanya sampai sekarang belum pernah aku jadi khotib jumat. Soalnya seringnya kalau lagi jumatan itu aku tidur. Kan gak lucu kalau jadi khotib ntar tidur juga.