#12KAPUKKAMAL

Murid-murid KBIM otaknya emang encer encer. Hampir semuanya diterima di peguruan tinggi negeri. Paling banyak masuk UI. Sebagian ada yang di ITB dan IPB. Ada juga yang di IKIP. Yang gak dapat universitas negeri cuman si Brur doang. Haha…

Aku bukannya gak pinter sik. Tapi kurang beruntung aja. Selain emang parah di pelajaran matematika pilihan fakultasnya juga terlalu tinggi. Dari pertama aku pilih fakultas kedokteran. Pilihan kedua baru MIPA jurusan biologi. Ternyata dua duanya gak diterima. Mau ke kampus swasta biayanya mahal. Babe juga sudah menjelang pensiun di tentara. Usia 55 tahun sudah Masuk MPP (Masa Persiapan Pensiun).

Jadi waktu temen temen seangkatanku pada kuliah aku malah sibuk cari kerja. Umurku lulus SMA pas 17 tahun lewat 2 bulan. KTP baru jadi. SIM C juga baru diurus. Sambil nunggu kuliah tahun depan aku mulai cari kerja. Babe langganan koran dan majalah cukup banyak untuk ukuran waktu itu. Koran Kompas dan Pelita serta Sinar Harapan langganan bulanan. Majalah Gadis, Hai dan Bobo juga langganan rutin. Kami anak anak biasa membaca. Belum lagi kesenangan baca buku cerita seri karangan SH Mintardja.

Beberapa judul cerita seri kerajaan jawa dan cerita olah kanuragan seperti Api Di Bukit Menoreh, Nagasasra Sabukinten, Hijaunya Lembah Hijaunya Pegunungan dll sudah habis aku lahap sejak SMP. Kalau soal bacaan buku babe ini termasuk royal. Rak buku nya juga penuh terus. Terutama buku buku agama dan tafsir Quran.

Nah, aku itu cari kerja lihat lowongan perkejaan di koran Kompas. Biasanya banyak diiklankan tiap hari. Mulai iklan display maupun iklan baris. Modal kertas folio bergaris dan tulisan tangan aku ngelamar ke beberapa lowongan.

Lamaran pertama aku dipanggil. Kantornya di daerah glodok kota. Ternyata perusahaan elektonik. Aku diminta jadi tenaga marketing mesin cuci merek Ariston. Cuman karena sistem gajinya gak menarik aku males jalanin. Aku ngelamar ke perusahaan lain. Kali ini perusahaan otomotif Mitsubishi cari pekerja. Aku ikut psikotest di daerah kebayoran. Yang daftar 200 an orang. Kita test psikologi dari pagi sampai sore. Hasilnya diumumkan sore itu juga. Alhamdulillah aku lolos test pertama. Test kedua yang tinggal 30 orangan aku ikutin lagi hari esoknya. Dan alhamdulillah aku masih lolos. Tinggal test kesehatan dan fisik. Kali ini tempat testnya di pabrik mobilnya di Pulogadung. Dari 12 orang yang test fisik dan kesehatan ternyata yng diterima cuman 4 orang. Aku gagal. Larinya kurang kenceng kali. Atau badannya kurang atletis.

Gakpapa sih. Aku gak kecewa. Syukur dapat pengalaman baru anak baru lulus SMA udah ikut test macam macam. Yang ketiga lamaranku dipanggil oleh sebuah pabrik kertas komputer. Nama PT nya Royal Standart. Produsen amplop merek Jaya dan baru buka divisi baru kertas komputer. Setelah melalui seleksi tertulis dn wawancara aku diterima kerja sebagai karyawan percobaan selama 3 bulan.

Seneng bener kita anak SMA udah kerja dengan hasil upaya sendiri. Gak ngandelin koneksi babe atau sodara. Murni hasil test. Cuman yang masalah ini kantor jauh bener. Tempatnya di Kapuk Kamal Muara Jakarta Barat. Dari Grogol masih ke arah Daan Mogot, terus kewtin Pesing baru setelah melewati peternakan babi kita sampai ke jaln Kapuk Kamal. Jarak dari rumah sekitar 30 kilometer.

Jabatanku adalah sales representatif. Kerjaannya nawarin kertas komputer ke kantor kantor pemerinth dan swasta. Karena ada beberapa sales representatif maka area jakarta dibagi 4 zona. Aku kebagian di daerah segitiga emas Kuningan, Sudirman dan Gatot Subroto. Hampir semua gedung bertingkat di daerah itu pernah aku masukin.

Jadi rute harianku adalah Matraman-Kapuk Kamal untuk absen dan bikin rencana kunjungan. Kemudian Kapuk Kamal segitiga emas. Biasanya sehari aku jadwalkan antara 4-6 kunjungan ke calon klien. Setelah itu kita kembali ke kantor Kapuk Kamal untuk laporan. Baru pulang ke Matraman. Total kilometer yang aku jalani tiap hari sekitar 125 kilometer. Waktu itu aku motornya Honda GL Pro 100 warna hitam.

Alhamdulillah 3 bulan dilewati dengan sukses. Karena penjualanku selalu sesuai target maka aku diangkat jadi pegawai tetap di bulan keempat. Pokoknya waktu itu kerenlah aku mah. Lulus SMA udah langsung kerja dan punya penghasilan sendiri. Gaji ku waktu itu hampir sama dengan gaji pensiun babe sebagai tentara. Bahkan kalau ada insentif penjualan gajiku bisa lebih besar lagi.

Jadi sales ini merupakan pengalaman tak terlupakan. Sekaligus proses belajar langsung yang gak bisa didapatkan di bangku kuliah. Aku bersyukur Allah mudahkan semua yang aku kerjakan. Sampai akhirnya aku mengundurkan diri dari perusahaan ini karena waktu pendaftaran masuk perguruan tinggi akan dibuka kembali.

Jadi aku udah ada tabungan buat masuk kuliah. Gak pake minta orang tua lagi. Pengalaman kerja kurang dari setahun ini menambah kepercayaan diri.

Diterbitkan oleh brurmabrur

Pernah menjadi Pemimpin Redaksi Majalah Ummi dan Annida. Kini aktif sebagai Presiden Komunitas Bambu Wulung. Sebuah komunitas yang mewadahi para pekerja, pemikir dan penyuka seni budaya. Ketua Bidang Humas PKS 2020-2025. Bisa dihubungi di ahmad.mabruri@gmail.com

Tinggalkan komentar