#10SALEMBA

Saat kelas 3 SMP babe pernah kirim aku ikut pesantren kilat di masjid Arif Rahman Hakim – UI Salemba. Nama programnya BABA Bimbingan Agama Bagi Anak. Kalau gak salah pesantren liburan semester selama sepekan. Selain belajar AlQuran, mendengarkan kisah Islami dan lain lain, di akhir pesantren kilat diadakan piknik ke daerah wisata. Aku lupa tempatnya dimana tapi yang aku ingat kita peserta sanlat naik mobil truk tentara ke tempat wisata itu

Rupanya babe yang kasih akses ke panitia pesantren kilat untuk bisa pake mobil truk tentara. Entah panitia dapat gratisan atau cuman bayar uang bensin saja. Yang jelas kita anak anak peserta sanlat ceria bahagia pergi naik truk tentara. Beda rasanya dengan naik bus. Tempat duduk truk tentara ini berhadap-hadapan jadi kita bisa saling ngobrol dengan leluasa. Sebagian duduk di lantai truk karena kursi tak mencukupi. Kalau naik bus kita kan ngobrolnya paling sama teman sebangku kita aja. Ya gak?

Masjid ARH Ui letaknya gak jauh dari rumah Matraman Raya. Hanya melewati 2 perempatan; Matraman dan Salemba, maka kita akan sampai ke masjid ARH UI. Masjid kampus ini letaknya strategis di pinggir jalan. Tidak terlalu besar masjidnya. Tapi cukup nyaman. Takmir masjidnya ya kebanyakan anak mahasiswa. Dulu kampus UI terpusat di Salemba. Kemudian beberapa fakulas ada yang kampusnya di Rawamangun gabung dengan kampus IKIP. Sekarang hampir semua kegiatan mahasiswa UI terpusat di Depok. Hanya mungkin Fakultas Kedokteran yang masih di Salemba. Masalahnya RS Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo letaknya berdempetan dengan kampus fakultas kedoktern UI. Rumah Sakit rujukan nasional ini tempat para mahasiswa kedokteran UI belajar praktek kerja.

Salah seorang mahasiswa UI yang jadi panitia pesantren kilat di masjid ARH UI namanya Suharna Surapranata. kang Harna waktu itu masih kuliah di fakultas MIPA jurusan fisika. Namanya mirip dengan babe. Cuman karena babe orang jawa namanya jadi Suharno Priyoprasojo. Sementara kang Harna urang sunda pisan. Asal jangan kebalik aja Suharna Priyoprasojo dengan Suharno Surapranata. Haha.

Kang Harna ini pernah jadi menristek di jaman SBY presiden 2009-2014. Perkenalan saya dengan kang Harna jadi sudah lama bener ya sejak tahun 1982 udah interaksi dengan beliau. Ternyata hubungan pak Harno babeku dengan kang Harna mahasiswa Fisika UI terus lanjut. Kelak 3 tahun kemudian kang Harna membuka bimbingan belajar KBIM (Kelompok Belajar Intelektua Muslim) buat anak anak kelas 3 SMA. Tempatnya pertama kali di Mushola Matraman Raya 104 yang dikelola babe. KBIM ini cikal bakal dari bimbingan belajar Nurul Fikri yang kemudian berkembang menjadi salah satu sekolah Islam terpadu yang maju.

Balik lagi ke kegiatan di masjid ARH-UI Salemba, Mereka ngadain training 3 hari di daerah Cimanggis. Persisnya di galeri Aminah Art Shop. Aku ingat ketua panitianya bang Imron Khazim Bukhori mahasiswa kedokteran. Training ala cuci otak yang dilakukan temen – temen HMI itu mengawali interaksiku dengan gerakan Islam. Pemateri saat itu ada Bang Imaduddin dari ITB pengarang buku Kuliah Tauhid yang fenomenal itu. Ada para pentolan HMI waktu itu bang Egy Sudjana, Toni Ardi yang kalo ceramah keras kritik orde baru. Dan beberapa pemateri lain yang aku lupa. Kalaumgak salah bang Ka’ban juga ngisi deh.

Aku waktu itu peserta paling muda. Baru lulus SMP kelas 3. Sementara peserta lain rata-rata anak SMA bahkan ada yang kuliah. Ketemu pertama kali dengan bang Ade Chalifah mahasiswa fakultas sastra UI di training ini. Kelak bang Ade nikah dengan Mariana salah satu peserta juga.

Diterbitkan oleh brurmabrur

Pernah menjadi Pemimpin Redaksi Majalah Ummi dan Annida. Kini aktif sebagai Presiden Komunitas Bambu Wulung. Sebuah komunitas yang mewadahi para pekerja, pemikir dan penyuka seni budaya. Ketua Bidang Humas PKS 2020-2025. Bisa dihubungi di ahmad.mabruri@gmail.com

Tinggalkan komentar